Subscribe:
INFORMASI PENTING

>>>KLIK DISINI UNTUK MENUTUP IKLAN<<<

Senin, 26 September 2011

MATERI KRIDA TIBMAS

Kamling ( Keamanan lingkungan )

Bimastral

Tipiring


SISKAMLING

Siskamling adalah suatu cara pengendalian keamanan yang berada di lingkungan pedesaan atau perkotaan yang bertujuan untuk mengendalikan gangguan-gangauan Kamtibmas yang berasal dari oknum manusia maupun dari alam.

Dasar-dasar :

Ø UUD 1945 Pasal 30 ayat 1

Ø UU no. 02 Th.2002 tentang ketentuan-ketentuan pokok Kepoliian RI.

Ø TAP MPR no. TAP/MPR/II/1983 →GBHN

Ø Instruksi Gubernur no. 300 Th. 1983

Ø Instruksi Camat Batang no. 300 / 434

10 kemampuan yang diberikan POLRI untuk petugas siskampling :

1. Dapat membunyikan tanda bahaya

2. Mampu melaksanakan tugas Patroli atau ronda

3. Mampu menanggulangi bahaya kebakaran

4. Memberikan pengamanan

5. Mewmberikan pertolongan dan menyelamatkan korban

6. Mendatangi, menjaga, membatasi, mengamankan TKP ( TPTKP )

7. Melaporkan dan bertanggung jawab terhadap sauatu kejadian

8. Menangkap orang yang melakukan kejahatan / tertangkap basah

9. Mengisi buku mutasi kejadian / jurnal

10. Mampu memelihara tempat siskampling

Manfaat siskampling :

Ø Dapat memberikan rasa aman

Ø Memberikan rasa perlindungan

Ø Menjalin atau memupuk rasa ke gotong-royongan

Ø Mencegah gangguan Kamtibmas

Ø Wujud Manunggal ABRI dan rakyat

Ø Memupuk rasa percaya diri

Ø Memupuk rasa kekeluargaan

Alat-alat pengenal siskampling :

Ø Kentongan

Ø Senter / oncor / alat penerangan

Ø Ember / karung goni / kadut / pasir

Ø Tambang

Ø Ban lengan kampling

Ø Borgol

Ø Pentungan

Ø Jas hujan / mantel / paying

Tanda pengenal kampling :

Rujukan II R Kapolda Jateng Nopol T/712/86 tertanggal 15 April 1986 tentang pendisnamisiran kegiatan siskampling swakarsa bagi masyarakat yang sedang melaksanakan tugas kampling agar menggunakan tanda pengenal Ban Kampling lengan sebelah kiri.

Ketentuan ban kampling :

Ø Warna dasar hitam

Ø Huruf berwarna kuning

Ø Tulisan

Ukuran : P = 10 cm ; L = 12 cm

Tinggi huruf 3 cm ; tebal 0,5 cm

Ban kampling ditempeli RT/RW, bila perlu ditempeli POLRI / POLSEK dengan pertimbangan security atau keamanan.

Penunjuk / pedoman pelaksanaan siskampling

Persiapan

15 menit sebelum waktu jaga ronda semua petugas harus sudah berada di pos kampling / RW atau sub POS kampling / RT.

Personil pos atau sub pos sedikitnya 4 orang dengan pembagian tugas sebagai berikut :

Pwrsonil dibagi menjadi 2 kelompok

Sedikitnya 2 orang melaksanakan jaga di pos / sub pos

Salah seorang ditunjuk sebagai ketua ronda

Tujuan dibentuk siskampling :

Untuk mengamankan linmgkungan, meliputi pengamanan masyarakat dan pengamanan Negara.

Untuk mencegah hal-hal atau tindakan yang menyangkut criminal.

LAGU TIBMAS

SISKAMPLING

Siji siji sojo pati, yo mas yo…

Loro loro ono maling, jarene…

Telu telu omah kobong…

Kaping kapat bencana alam…

Lima lima maling kewan, yo mas yo…

Dara muluk tanda aman, jarene…

Kabeh kudu dingerteni…

Masyarakat Jawa Tengah

BIMASTRAL

Bimastral dalah suatu kemampuan untuk menguasai wilayah sekitar tempat tinggal kita dengan cara mendatakan, mengidentifikasin memahami seluruh aspek kehidupan yang ada.

Jarak Penguasaan Bimastral :

Wilayah perkotaan 50 m

Wilayah pedesaan 100 m

TIPIRING ( TINDAK PIDANA RINGAN )

Tipiring adalah suatu tindak pidana / pelanggaran hukum yang diancam hukuman maximal :

Kurungan / penjara 3,5 bulan

Denda Rp. 7500 ( ukuran tahun 1948 ) sekitar Rp. 500.000

Macam-macam Triping :

1. Mabuk di tempat umum

2. Mengamen

3. Menggelandang

4. Membuat keributan di sidang pengadilan

5. Membuat keributan ditempat orang yang sedang melakukan peribadatan

6. Wanita tuna susila dan gigolo

7. Menaruh pasir di pinggir jalan umum

8. Penghinaan ringan

9. Pencirian ringan

10. Penganiayaan ringan

11. Penipuan ringan

12. Penggelapan ringan

0 komentar: